Adakah Selain Kemuraman yang Ditawarkan My Bloody Valentine di mbv? [Review]

Setelah mencari bentuk fisik perihal release date mereka pada 03 Februari 2013 lalu. Sekaligus penantian panjang selama nyaris 21 tahun setelah terakhir kali mereka merilis album Loveless , 1991 silam. Album baru dari grup musik lawas asal tanah Britania, My Bloody Valentine, pun akhirnya terbayar lunas tanpa syarat dan tanpa ketentuan berlaku.

Syahdan, seorang kawan nun jauh tak tampak di pelupuk mata, tetiba menawarkannya kepada saya. Setelah meng-kroscek isi kantong dan dirasa cukup, tanpa pikir panjang sesegera mungkin bergegas dan langsung tanpa tedeng aling-aling saya mengiyakan. Salah satu band favorit yang kebetulan sudah mengkoleksi beberapa karya mereka sebelumnya, dan yang ini jangan sampai lolos, musti diselamatkan, pikirku. Sejumput senyum pun senyum terbit.

Yap, MBV adalah judul yang mereka tunjuk sebagai tajuk dalam album baru mereka, yang merupakan singkatan dari nama mereka sendiri. Simpel memang. Didominasi biru tua, bercorak blur, dan muram. Menghiasi sampul serta beberapa artwork di dalamnya.

Singkat cerita, setelah bahan tersebut sampai ditangan saya, dan lalu saya mulai mengamati dengan seksama sebelum memulai petualangan suram bernafaskan fuzz yang berat, distorsi yang meraung-raung, serta reverb yang too deep. 

Dan kini saya malah menyeringai, tanda bahwa yang kerap saya pikirkan tentang kegilaan mereka dalam memilih jenis sound ketika, maaf, usia sudah tidak lagi muda dengan, mungkin, segala tuntuan diluar bermusik. Dan saya pikir disinilah segala rasa, hasrat, dan mungkin juga kejenuhan itu tertuang di karya mereka ini, dan mungkin juga di karya mereka sebelum-sebelumnya.

illustration

Sejujurnya, saya sudah sempat mendengarkan materi full album mereka yang ini, namun dalam format mp3. Terus terang saja mp3 bagi saya pribadi kurang memiliki kesan yang kuat, kesan yang mungkin hanya di miliki oleh rilisan fisik, saya menyebutnya sebagai kepekaan. Baik dalam mengamati detail cover, susunan nomor lagu dalam menuntun track demi track, bahkan sampai credit detail siapa saja yang terlibat dalam penggarapan sebuah album.

tour mbv 2013 di Australia.doc

Intro lagu pertama pun sayup-sayup terdengar, “She Found Now”.

Jika kita menilik lagi rilisan ini, maka sejujurnya dari segi kemasan fisik, ini tidak lebih baik dari demo band di kancah musik independent di kota saya, yang acapkali dibagikan secara gratis saat show diatas panggung. Secara kemasan lho ya!.

Cover terbuat dari kertas karton biasa, dengan satu kantong berisikan tempat CD dan booklet berisi 4 lembar artwork, dan bercorak khas surrealis yang absurd, font logo MBV di halaman depan pun terlihat sangat apa adanya.

Jika kita mengingat My Bloody Valentine sebagai pioneer shoegaze, dan merupakan pembawa gerbong generasi yang membawa arus ini kepada tingkatan yg lebih ‘Agung’ bagi sebagian orang, dan bagi banyak orang secara luas, kepada (khususnya) anak muda di dunia. 

Maka jika ditilik secara fisik, untuk memasukannya dalam jajaran koleksi yang layak untuk di tata rapi dalam rak. Album ini secara fisik lagi-lagi kurang begitu nyaman jika meninjau ulang album-album band lain yang getol memikirkan betul detail packaging.

Akan tetapi, My Bloody Valentine sampai kapanpun tetaplah My Bloody Valentine, garda depan awal gerakan avant-garde dalam ranah musik, yang ditinjau dari sudut manapun adalah suatu ke-mahsyur-an tersendiri. Dengan cara mereka sendiri. Apapun yang dilakukan mereka selalu ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang masih percaya bahwa, melarikan diri sejenak dari kerumitan masalah sosial sekaligus duniawi adalah salah satunya dengan terjun bebas-sebebasnya dalam kemuraman sesaat and stay away from society!.


Track listing:

  1. She Found Now” – 5:06
  2. “Only Tomorrow” – 6:22
  3. “Who Sees You” – 6:12
  4. “Is This and Yes” – 5:07
  5. “If I Am” – 3:54
  6. “New You” – 4:59
  7. “In Another Way” – 5:31
  8. “Nothing Is” – 3:34
  9. “Wonder 2” – 5:52



catatan kaki : Artikel ini pernah dimuat sebelumnya oleh webzine lokal Malang, yakni Angsaruka, pada tanggal 23 Juli 2015 silam. Penulis, sedikit banyak merubah gaya penulisan serta tata letak, sebagian isi, bahkan judul, guna kepentingan kenyamanan penulis serta pembaca.

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s